NICE HOMEWORK #9
IBU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN
Alhamdulillah
sampe ya di NHW #9.. masyaa Allah senangnya. Dan akhirnya.. akhirnya tugas saya
masih banyak dan lebih banyak, karena setelah mengikuti matrikulasi ini sering
banget bilang “oh iya yaa,, oh gitu ternyata,, oh saya baru tau”, ini saya,
jangan ditiru ya.
Saya,
ibu dari tiga orang anak, saya bekerja di rumah. Sudah sejak lama saya
mempunyai mimpi dan mimpi saya ini tidak sederhana, tapi sangat tidak sederhana
sekali, menurut saya, mungkin tidak menurut orang lain hehe. Suami saya seorang
karyawan, beliau bekerja dari pagi hingga malam. Kami berbeda kecenderungan,
saya yang ingin sekali berwirausaha dan beliau yang tidak ingin berwirausaha,
tapi alhamdulillah beliau mendukung saya penuh “asalkan tidak mengganggu tugas
utama kamu aja”, katanya. Melihat perbedaan ini, saya berusaha mewujudkan mimpi
saya seorang diri, dari mulai niat, modal sampai produksi.
Di
NHW #7 kemarin, saat saya mecoba mengikuti tes di temubakat.com saya merasa
mulai memahami dan lebih ingin fokus pada passion saya. Sebenarnya, saya tidak
suka dan tidak bisa berbicara di depan umum apalagi menawarkan apa yang saya
jual, tapi saya mencoba melibatkan media sosial untuk mendukung dan menemani
bisnis yang sedang saya jalankan.
EMPATI + PASSION = SOSIAL VENTURE
Saya
tidak ada darah berdagang, orang tua saya karyawan, etapii, nenek kakek saya
dulu pedagang, bisa jadi yaaa turunan dari nenek kakek. Tapi di keluarga saya, hanya
saya dan adik yang bercita-cita ingin mempunyai bisnis sendiri. Karena itu
juga, lagi-lagi saya tidak melibatkan orang tua dengan cerita-cerita dan
keluhan-keluhan saya tentang apa yang sedang saya jalani.
Berawal
dari sulitnya saya menemukan kerudung (jilbab) yang ukuran dan modelnya sesuai
dengan yang saya inginkan. Lalu tepat dua tahun lalu saya terinspirasi dengan
salah satu brand hijab yang saat itu
masih mulai mengembangkan bisnisnya dan satu tahun lalu saya mencoba memulainya
dengan meminjam mesin jahit tua milik orang tua saya. Suami saya mendukung,
beliau membantu saya membetulkan mesin jahit tua itu dan alhamdulillah sampai
sekarang membantu saya melangkah.
Saat
ini saya ingin lebih fokus untuk belajar cara mengembangkan bisnis yang baru
saya mulai sambil menerima pesanan pelanggan yang alhamdulillah sudah
mempercayai saya.
Semoga
dengan permulaan yang sangat terseok-seok indah ini, bisnis yang baru ingin
saya kembangkan ini bisa berdiri kokoh, dengan niat yang ada dalam kepala, niat
yang in syaa Allah hadir dari dalam relung hati paling dalam, asiiikk..
Jazakunallah
khairan katsira.. fasilitator yang sudah membimbing kami peserta matrikulasi
Batch#3 IIP Banten. Ibu Septi Peni, semoga selalu menebar manfaat untuk
sekitar. Aamiin...
#Nicehomework#9
#MatrikulasiBatch#3
#InstitutIbuProfesional