Jumat, 14 Juli 2017

Masak Telur dan Makan Sendiri

Alhamdulillah hari ke-2 tantangan 10 hari melatih kemandirian anak, karena Mba sedang semangat memasak dan makan sendiri (kl bukan dia yg masak makannya kurang semangat), jadi aja Ummi harus ekstra pengawasan.

Pemandangan sore kemarin, memasak telur untuk makan (sore) walaupun siangnya sudah makan dan belum jadwal makan malam. di rumah ada opor ayam, tapi minta masak telur karena sore lapar. hayuuu, kita masak2. semangat banget Mbak.....


#day2

#level2

#tantangan10hari

#melatihkemandirian

#bunsayIIPBanten

Senin, 12 Juni 2017

Mandikan Adik

Sore tadi Umi masih lanjut mengerjakan hobi, sepertinya Mbak mengerti sinyal2 yg diberikan Ummi.

Mbak : Ummi, kapan adik mandi?
Ummi : Sebentar lagi ya nak. Ummi selesaikan jahit dulu, boleh 5 menit lagi..
Mbak : iya 5 menit. berarti jarum panjang di amgka berapa?
Ummi : Di angka 12 ya Mbak. tepat jam 5 adik bisa mandi.
mbak : ok.
Ummi : Mbak bisa mandikan adik?
Mbak : Ngga bisa takut jatuh
Ummi : Ngga papa nanti Ummi jaga supaya ngga jatuh
Mbak : Yaudah ayo ajarin ya, Mi

Mbak bergegas ke kamar mandi menyiapkan peralatan mandi adik seperti bak mandi, sabun, air dan yg ngga pernah lupa, mainan. hahaha. Pun di kasur Mbak juga siapkan handuk dan baju.

Mbak pun mulai memandikan adik sambil ditemani Ummi. katanya...

Mbak : adik anteng berarti dia seneng dimandiin mbak ya mi...
Ummi : iya, besok mau mandiin lg ya
Mbak : mau.. mau.. mauuuu...

#level1
#day7
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Rabu, 07 Juni 2017

Bantu Kakak Pakai Baju

Ini pemandangan kemarin pagi, saat kami terbangun kesiangan (ketiduran usai subuh). Mbak mengerti apa yang Ummi rasakan, Ummi terlihat terburu-buru walaupun Ummi berusaha tidal menunjukkan. Lihat jam wah hanya ada waktu 15 menit untuk siap-siap berangkat ke sekolah. Dan akhirnya..

Mbak : Sini Mba bantu, Kak..
Kakak : Iya..
Ummi : Alhamdulillah terimakasih ya Mbak.
Mbak : Ayo sebentar lagi jarum panjang ke angka 11.
Ummi : Iya, kita berangkat pas jarum.panjanag ke angka 11 ya Mbak, Kak. (5 menit cukup untuk perjalanan rumah - sekolah).

Hari kemarin Mbak bisa bantu Ummi, sebelumnya Ummi sempat bingung karna selama bulan ramadan Abah berangkat kerja lebih pagi, apalagi kemarin kami bangun kesiangan tapi alhamdulillah Mbak bisa bantu Ummi.

Senin, 05 Juni 2017

Jemput Mbak Sekolah, Yuk...

Pagi tadi, dan hampir setiap hari jadwal Ummi menjemput sekolah Mbak dan kakak. hari ini kakak libur sekolah karna memang hanya 3hr dalam seminggu kakak sekolah.

Hari ini Ummi minta tolong ke kakak untuk jemput mbak sekolah (jemput di depan kelas), karna Ummi harus jaga adik di dalam mobil jadi kakak yg jemput mbak.

Kakak : "Ummi ayo masuk"
Ummi : "Ayo.. kak, adek bobo. kalo kakak yg jemput mbak, pasti mba seneng deh"
kakak : "tapi kakak ngga bisa nyebrang (kebetulan parkir di sebrang tp jalanan tidak terlalu ramai karna ada di dalam perumahan)"
Ummi : "kakak bisa lihat kanan dan kiri kalau mau nyebrang, kalau sudah ngga ada mobil atau motor lewat kakak boleh nyebrang"
Kakak : "iya Ummi..."

Mata saya tetap tertuju pada kakak, sampai akhirnya kakak dan mbak keluar pagar sekolah dan sy senyum2 sendiri karena baru kali ini kakak bersedia menjemput mbak di depan kelas.

Awalnya ngga mau, karna malu, ngga bisa nyebrang, malu sama bunda (guru). tapi mari beri keyakinan bisa.

Tulisan hari ini tidak disertakan foto karna saat jemput Mbak Ummi tidak bawa HP. hehehe

Minggu, 04 Juni 2017

Alhamdulillah, berhasil, berhasil, horeee...

Bismillah... (tarik nafas panjang).

Baru tantangan hari ke-4 yaa, tp sudah ngos-ngosan hehehe...
Belum pandai bikin tulisan, apalagi yg berbobot.. selalu seadanya yg ada dan ngga diada-adakan.

Sekarang, sy coba mengisi tantangan ini dengan mengajak kakak (anak kedua kami), kakak usia 3 tahun, 9 bulan. kakak tipe anak yg berpendirian kuat, keukeuh kalau kata orang sunda hehe.

Di pusat perbelanjaan, Ummi berdua dengan kakak membeli kurma. kami hanya berdua, Ummi ingin membeli kurma kiloan karena jumlah yg dibutuhkan cukup banyak (lumayan harga miring :P).

Ummi : Plastiknya mana ya, Kak?
Kakak : Ini loh, Mi..
Ummi : Oh iya boleh diambil ya, Kak.
Kakak : Ngga bisa Mi kakak ngga sampai, kakak kan masih kecil
Ummi : Sampai kok, kakak kan sudah tinggi. Bismillah...
Kakak : (Sambil mencoba menjangkau roll plastik) Oh iya sampai, Mi.
Ummi : Alhamdulillah
Kakak : Sini kakak yg buka, Ummi ambil kurmanya aja ya. tapi kakak ngga bisa buka plastiknya, Mi. susah..
Ummi : boleh boleh.. bantu ya... In syaa Allaah bisa kak, coba dilihat lagi posisi plastik yg bisa dibuka, kakak terbalik ngga?
Kakak : oh iya terbalik, Mi. udah bisa nih. kakak pegang plastiknya ya nanti Ummi masukin kurmanya.

Kakak tidak yakin awalnya, merasa masih kecil dan belum bisa menjangkau tempat yg tinggi (menurutnya). Tapi mari merubah kata TIDAK BISA MENJADI BISA.
Ini segelintir kejadian yg berhasil, yg belum berhasil, ada, masih sering. semoga kakak selalu terlatih untuk bisa berani, dengan modal keukeuh-nya semoga bisa dirubah menjadi keyakinan yakin bisa.

#level1
#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbunsayiip

Sabtu, 03 Juni 2017

Ayo Mengantri...

Hari ini, kami mengunjungi salah satu tempat belanja.

Mbak : "Ummi, mbak mau anggur boleh?"
Ummi : "Boleh, ambil yuk.."
Mbak : "Pilihnya yg besar ya? yg empuk?"
Ummi : "Boleh pilih yg besar, tidak yg empuk"
Mbak : "Ini ada yg ngga empuk tapi kecil, Mi"
Ummi : "Ngga papa, sayang, boleh pilih yg kecil"
Mbak : "Nanti mbak yg timbang ya, Mi"
Ummi : "iya, boleh"

sudah pilih pilih pilih, Mbak mengantri untuk menimbang buahnya.

Mbak : "Ummi, ada orang yg mau timbang juga"
Ummi : "Ngga papa yuk antri ya"

Mbak hari ini sedang melatih (terus) kesabarannya, alhamdulillah hari ini mbak bisa sabar mengantri, menunggu giliran buahnya ditimbang.

Terimakasih, Om, sudah bantu timbang dan bersedia didokumentasikan.

#level1

#day3

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Kamis, 01 Juni 2017

Kita Bisa Menjaga Adik, Ummi...

Pemandangan siang ini, di kamar. Waktu Ummi ingin ambil (menghangatkan) bubur adik.

Ummi : "Ummi mau bikin bubur adik, tapi..."
Mbak : "Tapi apa sih Ummi ini?"
Ummi : "Adik ngga nyaman kalau ditinggal sendiri, pengen ditemenin, Ummi minta tolong mbak sama kakak temenin ya"
Kakak : "nanti kalau adik nangis gimana, Mi?"
Ummi : "In syaa Allaah engga kok"
Mbak : "iya, sini bobo di tengah, kakak di pinggir"
Ummi : "asiiiik, makasih ya, Mbak, Kakak"

Bubur sudah jadi, lihat masuk ke kamar, alhamdulillah adik masih anteng dengan mbak dan kakaknya. Mbak dan kakak berhasil jaga adik sampai selesai ummi menghangatkan bubur. Awalnya kakak belum yakin bisa jaga adik, tapi akhirnya berhasil yaaa..

alhamdulillah...

#level1

#day1

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Selasa, 30 Mei 2017

Aku Bisa, Umi...

Bismillah..

Ini sebenarnya kegiatan beberapa minggu lalu, saat kami berjalan di tempat umum ber-4. karena ada sesuatu yg Ummi cari dan Abah sedang berhalangan membersamai kami, yaaa sudah tak apa kita berangkat ber-4 saja.

Saat itu baru saja turun dari kendaraan

Mbak : "Ummi, tasnya mbak aja ya yg bawa" saat itu memang hari sebelum Ramadan dan kami membawa bekal minum.

Ummi : "Boleh, Mbak bisa ya pegang tasnya, kuat..." isi tasnya 1 botol air mineral dan roti.

Mbak : "Kuat, Mi" katanya yakin bisa.

Tak lama kami harus menyeberang jalan dan,

Mbak : "Kakak ayo sini mbak gandeng" (panggilan kaka itu untuk adiknya mba yg pertama).

Ummi : "Mbak bisa yaa gandeng kakak, Ummi jaga adik"

Mbak : "Kakak, lihat kanan dan kiri dulu ya kalau ngga ada mobil/motor lewat ayo kita nyebrang, lariiiiiii..." arahannya dengan yakin dan semangat.

Mba memahami kalau kakak belum mengerti peraturan dalam menyeberang dan seketika itu langsung mbak gandeng tangan kakak, sy ada di samping mereka sambil menggendong adik.

Sebenarnya Mbak belum pernah kami biarkan menyebrang sendiri (saat menyebrang selalu Ummi atau Abah gandeng), apalagi sambil gandeng kakak. Tapi hari ini, saya berusaha menrasfer keyakinan saya ke mbak, supaya mbak yakin bisa dan merasa bisa memberi rasa aman pada adiknya.

Alhamdulillah, Mba BISA... bisa membantu Ummi saat kita sedang jalan ber-4 (saja).

Komunikasi yg hampir sama setiap kami keluar rumah ber-4. tugas Mbak adalah jaga kakak, tugas Ummi gendong adik.

Dari keyakinan anak-anak sy belajar, kalau sudah yakin ayo lakukan. anak-anak belum banyak memahami tentang bahaya dan rintangan, tapi dengan mereka merasa yakin  mereka bisa, itu membuat ketidak-yakinan enggan masuk ke hati mereka (anak-anak).


#level1

#day2

#tantangan10hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Jumat, 24 Maret 2017

NHW #9 Ika Kurniasari IIPBanten#3



NICE HOMEWORK #9


IBU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Alhamdulillah sampe ya di NHW #9.. masyaa Allah senangnya. Dan akhirnya.. akhirnya tugas saya masih banyak dan lebih banyak, karena setelah mengikuti matrikulasi ini sering banget bilang “oh iya yaa,, oh gitu ternyata,, oh saya baru tau”, ini saya, jangan ditiru ya.

Saya, ibu dari tiga orang anak, saya bekerja di rumah. Sudah sejak lama saya mempunyai mimpi dan mimpi saya ini tidak sederhana, tapi sangat tidak sederhana sekali, menurut saya, mungkin tidak menurut orang lain hehe. Suami saya seorang karyawan, beliau bekerja dari pagi hingga malam. Kami berbeda kecenderungan, saya yang ingin sekali berwirausaha dan beliau yang tidak ingin berwirausaha, tapi alhamdulillah beliau mendukung saya penuh “asalkan tidak mengganggu tugas utama kamu aja”, katanya. Melihat perbedaan ini, saya berusaha mewujudkan mimpi saya seorang diri, dari mulai niat, modal sampai produksi.

Di NHW #7 kemarin, saat saya mecoba mengikuti tes di temubakat.com saya merasa mulai memahami dan lebih ingin fokus pada passion saya. Sebenarnya, saya tidak suka dan tidak bisa berbicara di depan umum apalagi menawarkan apa yang saya jual, tapi saya mencoba melibatkan media sosial untuk mendukung dan menemani bisnis yang sedang saya jalankan.


EMPATI + PASSION = SOSIAL VENTURE

 
 
Saya tidak ada darah berdagang, orang tua saya karyawan, etapii, nenek kakek saya dulu pedagang, bisa jadi yaaa turunan dari nenek kakek. Tapi di keluarga saya, hanya saya dan adik yang bercita-cita ingin mempunyai bisnis sendiri. Karena itu juga, lagi-lagi saya tidak melibatkan orang tua dengan cerita-cerita dan keluhan-keluhan saya tentang apa yang sedang saya jalani.

Berawal dari sulitnya saya menemukan kerudung (jilbab) yang ukuran dan modelnya sesuai dengan yang saya inginkan. Lalu tepat dua tahun lalu saya terinspirasi dengan salah satu brand hijab yang saat itu masih mulai mengembangkan bisnisnya dan satu tahun lalu saya mencoba memulainya dengan meminjam mesin jahit tua milik orang tua saya. Suami saya mendukung, beliau membantu saya membetulkan mesin jahit tua itu dan alhamdulillah sampai sekarang membantu saya melangkah.
Saat ini saya ingin lebih fokus untuk belajar cara mengembangkan bisnis yang baru saya mulai sambil menerima pesanan pelanggan yang alhamdulillah sudah mempercayai saya.

Semoga dengan permulaan yang sangat terseok-seok indah ini, bisnis yang baru ingin saya kembangkan ini bisa berdiri kokoh, dengan niat yang ada dalam kepala, niat yang in syaa Allah hadir dari dalam relung hati paling dalam, asiiikk..

Jazakunallah khairan katsira.. fasilitator yang sudah membimbing kami peserta matrikulasi Batch#3 IIP Banten. Ibu Septi Peni, semoga selalu menebar manfaat untuk sekitar. Aamiin...


#Nicehomework#9
#MatrikulasiBatch#3
#InstitutIbuProfesional

Selasa, 14 Maret 2017

NHW #8 Ika Kurniasari IIPBanten 3



NHW#8
Misi Hidup dan Produktivitas

Melihat satu aktivitas di kuadran “suka dan bisa” :
1.         Saya ingin menjadi perempuan yang profesional, untuk diri sendiri, keluarga dan lingkungan. BE
2.       Saya ingin melakukan semua hal yang baik yang saya sukai. DO
3.       Saya ingin memiliki keluarga yang selalu bahagia, pribadi yang bermanfaat untuk semua orang dan harapan ridho dari Allah untuk rencana hidup (keluarga) saya. HAVE

Dimensi waktu...
1.         LIFETIME PURPOSE
Dalam kurun waktu kehidupan, ingin menjadi pribadi yang manfaat, mandiri dan produktif, ibu dan istri yang sholeha dan berakhir dengan husnul khotimah.
2.       STRATEGIC PLAN
Dalam kurun waktu 5-10 tahun,
-     Ingin melihat anak-anak yang beranjak remaja, mendampingi mereka bersama suami.
-     Mengembangkan brand fashion hijab yang baru dimulai sejak satu tahun lalu.
-     Membuka lowongan pekerjaan/ membuka agen atau reseller.
3.       NEW YEAR SOLUTION
Dalam kurun waktu 1 tahun, mendaftar untuk menunggu antrian menjadi tamu Allah di tanah suci, berproses mewujudkan mimpi mempunyai bisnis dan brand fashion sendiri (meneruskan membangun tembok setelah pondasi sudah dibangun sejak satu tahun lalu agar menjadi bangunan yang kokoh berdiri).

In syaa Allaah, Aamiin.