Jumat, 24 Maret 2017

NHW #9 Ika Kurniasari IIPBanten#3



NICE HOMEWORK #9


IBU SEBAGAI AGEN PERUBAHAN

Alhamdulillah sampe ya di NHW #9.. masyaa Allah senangnya. Dan akhirnya.. akhirnya tugas saya masih banyak dan lebih banyak, karena setelah mengikuti matrikulasi ini sering banget bilang “oh iya yaa,, oh gitu ternyata,, oh saya baru tau”, ini saya, jangan ditiru ya.

Saya, ibu dari tiga orang anak, saya bekerja di rumah. Sudah sejak lama saya mempunyai mimpi dan mimpi saya ini tidak sederhana, tapi sangat tidak sederhana sekali, menurut saya, mungkin tidak menurut orang lain hehe. Suami saya seorang karyawan, beliau bekerja dari pagi hingga malam. Kami berbeda kecenderungan, saya yang ingin sekali berwirausaha dan beliau yang tidak ingin berwirausaha, tapi alhamdulillah beliau mendukung saya penuh “asalkan tidak mengganggu tugas utama kamu aja”, katanya. Melihat perbedaan ini, saya berusaha mewujudkan mimpi saya seorang diri, dari mulai niat, modal sampai produksi.

Di NHW #7 kemarin, saat saya mecoba mengikuti tes di temubakat.com saya merasa mulai memahami dan lebih ingin fokus pada passion saya. Sebenarnya, saya tidak suka dan tidak bisa berbicara di depan umum apalagi menawarkan apa yang saya jual, tapi saya mencoba melibatkan media sosial untuk mendukung dan menemani bisnis yang sedang saya jalankan.


EMPATI + PASSION = SOSIAL VENTURE

 
 
Saya tidak ada darah berdagang, orang tua saya karyawan, etapii, nenek kakek saya dulu pedagang, bisa jadi yaaa turunan dari nenek kakek. Tapi di keluarga saya, hanya saya dan adik yang bercita-cita ingin mempunyai bisnis sendiri. Karena itu juga, lagi-lagi saya tidak melibatkan orang tua dengan cerita-cerita dan keluhan-keluhan saya tentang apa yang sedang saya jalani.

Berawal dari sulitnya saya menemukan kerudung (jilbab) yang ukuran dan modelnya sesuai dengan yang saya inginkan. Lalu tepat dua tahun lalu saya terinspirasi dengan salah satu brand hijab yang saat itu masih mulai mengembangkan bisnisnya dan satu tahun lalu saya mencoba memulainya dengan meminjam mesin jahit tua milik orang tua saya. Suami saya mendukung, beliau membantu saya membetulkan mesin jahit tua itu dan alhamdulillah sampai sekarang membantu saya melangkah.
Saat ini saya ingin lebih fokus untuk belajar cara mengembangkan bisnis yang baru saya mulai sambil menerima pesanan pelanggan yang alhamdulillah sudah mempercayai saya.

Semoga dengan permulaan yang sangat terseok-seok indah ini, bisnis yang baru ingin saya kembangkan ini bisa berdiri kokoh, dengan niat yang ada dalam kepala, niat yang in syaa Allah hadir dari dalam relung hati paling dalam, asiiikk..

Jazakunallah khairan katsira.. fasilitator yang sudah membimbing kami peserta matrikulasi Batch#3 IIP Banten. Ibu Septi Peni, semoga selalu menebar manfaat untuk sekitar. Aamiin...


#Nicehomework#9
#MatrikulasiBatch#3
#InstitutIbuProfesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar